Thought via Path

Orang mau ngejudge gw kasar, brengsek, menel apa kek bodo amat. Gada yg tau kalo dia itu musuh dalam selimut wkwk. Kalo lo semua tau lo juga bakal nyerang dia wkwk. Sayang aja gw udah keburu benci sih jadi yasudahlah – Read on Path.

Listening to Just a Dream by Nelly

I was thinking about her, thinking about me, thinking about us, open my eyes and it was only just a dream~ – Preview it on Path.

At Seminari Stella Maris Bogor

Mereka pulaaaaang!!! Makasih Tuhan 😊 jadi ada bahan buat ngegosip nanti malem pas begadaaang – at Seminari Stella Maris Bogor – See on Path.

Thought via Path

Apa yang gabisa dilawan manusia? Jawabannya satu : waktu. Ah coba bisa diulang lagi ya. Kenapa baru sadarnya sekarang? Andai ada kesempatan lagi, andai… Begobegobegooo 😰 – Read on Path.

she is my inspiration now, the reason that i breathe, the reason i can still stand here :)

she is my inspiration now, the reason that i breathe, the reason i can still stand here :)

6 pertandingan sisa. Targetnya cuma lolos LC musim depan, kalo juara? Itu BONUS!! Thank you Rodgers, buah kesabaran kami dibayar dengan mimpi ini 👍👍👍 – View on Path.

6 pertandingan sisa. Targetnya cuma lolos LC musim depan, kalo juara? Itu BONUS!! Thank you Rodgers, buah kesabaran kami dibayar dengan mimpi ini 👍👍👍 – View on Path.

At Taman Topi Square

PS dulu laah 😊 – at Taman Topi Square – See on Path.

Surat untuk semua perempuan dari semua laki-laki

Dear perempuan,

Memangnya kenapa kalau memulai duluan? Takut disangka murahan? Harusnya kami saja kamu sebut murahan jika semurah itu melabeli seorang perempuan “murahan.”

Memangnya kenapa kalau menunjukkan suka lewat perhatian? Takut disangka gampang? Pemikiran “takut disangka gampang”-mu itu justru yang mempersulit keadaan.

Kami sudah kehabisan waktu. Kami, yang mulai beranjak dewasa –karena diharapkan dan dibutuhkan untuk dewasa di depan perempuan yang kamu sukai– mulai muak dengan semua ini.

Kami lelah ketika kamu menuhankan gengsi. Pembenaran-pembenaran “supaya nggak terkesan gampang,” “supaya nggak dianggap murah,” “supaya bikin penasaran” itu semakin ke sini sepertinya semakin terasa dipaksakan dan dijadikan ‘makanan’ bagi momok menakutkan bernama “gengsi.”

Mungkin untuk awal-awal kenal dan awal dekat, semuanya masih bisa dimaklumi, semuanya masih indah, dan masih menimbulkan percikan-percikan kasmaran. Ketika waktunya sudah cukup lama untuk sebuah pendekatan, kami butuh tau. Iya, kami butuh tau apakah perempuan yang sedang kami dekati punya perasaan yang sama atau tidak. Oke, kami hargai prinsip “cewek nggak boleh ngomong duluan.” Tapi kalau tidak ingin bicara, setidaknya tolonglah tunjukkan.

Mungkin perempuan yang sedang kami dekati sudah tidak aneh menemukan seorang laki-laki berusaha untuk mendapatkannya. Dalam beberapa kondisi, kami, laki-laki, seringkali habis-habisan dalam mengejar perempuan. Iya, kami kerahkan semua. Waktu, tenaga, pikiran, semuanya. Namun kami cuma butuh satu: alasan.

Kami butuh alasan untuk terus berjuang. Mungkin kalimat “cinta nggak butuh alasan” dari film-film sudah begitu terpatri dan menjadi panutan itu hal paling romantis. Tapi tidak bagi kami. Perlu diketahui, kami laki-laki terlalu sering bepikir menggunakan logika. Kami butuh alasan untuk terus maju, untuk memberikan segala yang kami punya, untuk tetap melakukan hal-hal gila demi melihat seseorang bahagia. Alasan itu sesederhana tahu bahwa apa yang kami lakukan tidak sia-sia, bahwa perempuan yang kami sukai punya perasaan yang sama.

Maaf, kami tidak bisa seperti tokoh utama di film-film drama yang menjunjung tinggi “cinta harus tanpa pamrih” dan “cinta nggak harus memiliki.” Kami hidup di kehidupan nyata, dan kami juga ingin disayangi. Ketika kami sudah melakukan banyak hal, memberikan segalanya, jujur, dalam hati yang paling dalam kami ingin mendapatkan, atau minimal melihat hasil dari apa yang sudah kami kerahkan. Sekecil perhatian dan usaha menunjukkan perasaan suka juga dari perempuan yang kami dekati.

Karena apa? Kami tidak ingin tua dan mati mengejar-ngejar perempuan yang tidak mengasihi kembali. Kami, mungkin juga manusia lainnya, butuh disayang juga. Sering kali, kami pada akhirnya memilih pergi setelah semuanya sudah kami lakukan lalu tidak membuahkan hasil apa-apa. Tidak kunjung ada tanda-tanda bahwa perempuan yang kami sukai juga menyukai kami. Kami tidak ingin mati konyol. Lebih dari itu, kami tidak ingin hidup bodoh.

Namun anehnya, seringkali ketika kami sudah memilih pergi dan mencoba menuju orang yang baru, perempuan yang tadinya kami sukai malah datang kembali. Alasannya: baru terasa berharga setelah pergi, atau sebenarnya suka juga tetapi terlalu manut kepada gengsi,

Kami sudah muak dengan itu.

Kehidupan terus maju. Kami terus menua. Ketika waktu itu tiba, ketika kami benar-benar serius, justru keinginan kami semakin sederhana. Sama sekali tidak rumit.

Kami ingin bersama mereka yang tidak rumit, mereka yang jika tidak sanggup bilang punya perasaan suka ya menunjukkan dengan perhatian, mereka yang ketika jadi pacar tidak gengsi untuk menghubungi duluan, mereka yang ketika jadi kekasih jika kangen ya bilang kangen. Persetan dengan “gak ada tantangan” lah, “kesannya gampang” lah. No, di satu titik dalam fase kehidupan kami yang seperti ini, kami ingin seseorang yang sederhana, karena kami sudah cukup dipusingkan dengan kehidupan, harus memusatkan pikiran dan tenaga untuk sesuatu yang penting juga: masa depan. Dan untuk siapa masa depan itu kami rencanakan, rancang, lalu kejar? Untuk bersama perempuan itu juga.

Maka tolong, sederhanalah. Kami yakin dengan menjadi sedikit tidak rumit, itu akan baik untuk kita. Iya, kami dan kamu. Karena cinta harusnya saling memudahkan.